Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Lansia di Tengah Meningkatnya Populasi Usia Lanjut

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat berbagai program dan layanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar melalui Indonesia Active Ageing Summit 2026 di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari meningkatnya angka harapan hidup, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat hingga usia lanjut.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat Indonesia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas secara mandiri di usia senja.

Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total penduduk. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat program promotif dan preventif guna mengurangi risiko penyakit tidak menular yang banyak dialami kelompok usia lanjut.

Penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, hingga gagal ginjal masih menjadi tantangan utama kesehatan lansia. Kemenkes menilai sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah melalui pola hidup sehat yang diterapkan sejak usia produktif.

Selain mendorong pola makan sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas olahraga secara teratur. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama minimal 30 menit per hari dinilai dapat membantu menjaga kesehatan dan kemandirian pada usia lanjut.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat sistem perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas untuk mendukung kebutuhan lansia yang memerlukan pendampingan sehari-hari.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan primer terus dilakukan agar semakin ramah terhadap kelompok lanjut usia.

Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh kelompok usia, termasuk lansia. Selain itu, 9.013 puskesmas telah menyediakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah berstatus ramah lansia.

Kemenkes juga mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia yang menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit. Sebanyak 95 persen lansia tercatat kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.

Data tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus memperkuat edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit agar kualitas hidup lansia Indonesia dapat terus meningkat.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, dan tetap berperan aktif dalam kehidupan sosial maupun keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *