Nama:Kornelia Efriana Mumung
NIM:22111500013
Program Studi:PPKn
Kelas:03PPKP001

Tangerang – Generasi milenial, yang tumbuh di era teknologi dan globalisasi, dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang dalam membentuk karakter kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan memegang peran kunci dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan peduli. Artikel ini membahas pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter generasi milenial dan cara pendekatan yang efektif dalam mencapai tujuan ini.

Generasi milenial, yang terdiri dari individu yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, adalah salah satu kelompok masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam dunia kontemporer. Mereka tumbuh di tengah teknologi digital, interkonektivitas global, dan beragam tantangan sosial. Untuk memastikan bahwa generasi milenial ini menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan peduli, peran pendidikan kewarganegaraan sangat penting.

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan:

Pendidikan kewarganegaraan adalah sarana penting dalam membantu generasi milenial memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Ini juga membantu mereka mengembangkan pemahaman tentang nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, pluralisme, dan toleransi. Pendidikan kewarganegaraan memberikan landasan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat dan berkontribusi pada perubahan positif.

Mengintegrasikan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Kurikulum:

Artikel ini akan mengulas bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat diintegrasikan dengan efektif dalam kurikulum pendidikan. Langkah-langkah konkret, seperti pengembangan pelajaran praktis yang menyatukan isu-isu kewarganegaraan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, akan dijelaskan secara rinci.

Pendidikan Kewarganegaraan dan Tantangan Generasi Milenial:

Generasi milenial menghadapi tantangan khusus dalam bentuk disinformasi, polarisasi politik, dan perubahan sosial yang cepat, beban utang mahasiswa, dan masalah krisis iklim.

Adapun beberapa tantangan yaitu :

  1. Penguasaan Teknologi

Perkembangan teknologi yang begitu masif, era disrupsi teknologi yang terjadi lebih cepat dengan adanya masa pandemi membuat tantangan khusus di bidang teknologi bagi generasi milenial terasa lebih serius.

Gaya hidup generasi milenial yang cenderung sangat dekat dengan teknologi menuntut sikap proaktif sebagai pencipta teknologi tersebut, bukan hanya sebagai pengguna.

Terkait dengan status sebagai mahasiswa, paling tidak mahasiswa mampu memanfaatkan setiap teknologi yang tersedia untuk kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.

  1. Dunia Kerja dan Kompetensi

Salah  satu hal yang cukup penting menjadi tantangan bagi generasi ini adalah soal kompetensi dan dunia kerja.Hal ini sangat penting diperhatikan oleh Pinters yang masih berstatus sebagai mahasiswa tentunya.

Di satu sisi, kecenderungan sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai hal-hal yang bersifat fleksibel, kreatif, menantang, freelance dan lebih menyukai penghargaan potensi yang mereka miliki. Kondisi ini seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Keputusan untuk resign sangat mudah diambil oleh generasi milenial ketika mereka merasa bahwa kondisi kerja tidak nyaman, tidak mengakomodasi potensi dan kreativitas yang dimiliki.

By Admin

Open chat
1
Scan the code
Media Sembilan
Halo kakak 👋
Kalau Kakak mau upload berita atau artikel, yuk siapkan dulu naskah dan fotonya. Kalau sudah siap, Kakak bisa langsung kirim ke kami. Atau, kalau lebih mudah, Kakak bisa langsung chat mimin aja. Kami siap bantu! 😊