Penulis: Fajar alamin
DILI, 22 Juni 2026 – Rakyat Timor Leste tengah diselimuti duka mendalam menyusul kabar wafatnya mantan Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Francisco Guterres, yang dikenal akrab dengan sapaan Lu-Olo. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pemerintah Timor Leste secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan.
Francisco Guterres, yang menjabat sebagai Presiden Timor Leste periode 2017–2022, merupakan sosok ikonik yang memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Timor Leste. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk stabilitas politik, persatuan bangsa, serta penguatan institusi demokrasi di negara muda tersebut.
Penghormatan Terakhir Dalam pernyataan resmi dari pemerintah, seluruh kantor pemerintahan dan lembaga negara diinstruksikan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol penghormatan kepada mendiang mantan presiden. Masyarakat juga diimbau untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam membangun fondasi negara yang damai dan inklusif.
Kepergian beliau meninggalkan warisan mendalam bagi pembangunan bangsa. Francisco Guterres akan selalu diingat sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai dialog dan rekonsiliasi, yang menjadi pilar penting bagi kemajuan Timor Leste di kancah regional maupun internasional.
Ungkapan Bela Sungkawa Berbagai pemimpin dunia dan tokoh internasional telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Francisco Guterres. Kehadiran beliau semasa hidupnya dianggap telah memberikan kontribusi nyata bagi hubungan bilateral Timor Leste dengan negara-negara tetangga, khususnya Indonesia, dalam mempererat tali persaudaraan pasca era transisi.
Informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman kenegaraan bagi mendiang Francisco Guterres akan diumumkan oleh pihak protokol kepresidenan dalam waktu dekat.
