
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Kerja Praktik dengan merancang Sistem Penjualan Ikan Berbasis Web pada Pokdakan Sarerea. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 April 2026 sampai 3 Juni 2026, dengan fokus utama membantu mitra dalam menata proses pencatatan penjualan, pengelolaan stok kolam, pencatatan kematian ikan, serta penyusunan laporan penjualan secara lebih tertib dan terkomputerisasi.
Kegiatan Kerja Praktik ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Muhamad Iqbal Al Ghifari Rusianto, Fachriza Khairul Fajri, dan Muhammad Prayoga Yuswantoro, dengan bimbingan Nurhalimah, S.Kom., M.Kom. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyusun laporan akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pokdakan Sarerea merupakan kelompok pembudidaya ikan nila yang berlokasi di Kp. Semi, Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kelompok ini menjalankan kegiatan budidaya ikan dengan beberapa kolam bioflok dan melakukan penjualan hasil panen kepada pembeli maupun pengepul. Aktivitas tersebut membutuhkan pencatatan yang rapi karena data transaksi, stok ikan, dan kondisi kolam menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha.
Menjawab Kendala Pencatatan Manual
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama pihak Pokdakan Sarerea, tim mahasiswa menemukan bahwa proses administrasi penjualan masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan. Cara ini dinilai kurang efektif karena data transaksi berisiko tercecer, salah tulis, terlambat direkap, atau sulit dicari kembali ketika dibutuhkan.
Selain pencatatan penjualan, pengelolaan stok ikan pada setiap kolam juga masih belum sepenuhnya terintegrasi. Data stok sering kali hanya didasarkan pada perkiraan dan catatan terpisah, sehingga pengelola membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui jumlah ikan yang tersedia. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pengambilan keputusan, terutama ketika permintaan ikan meningkat atau ketika terjadi perubahan jumlah ikan akibat kematian ikan di kolam.
Permasalahan tersebut menjadi dasar bagi tim mahasiswa untuk merancang sistem berbasis web yang dapat menyatukan proses pencatatan transaksi, stok, harga, dan laporan dalam satu aplikasi. Dengan sistem yang lebih terstruktur, pengelola diharapkan dapat memantau kegiatan usaha secara lebih cepat dan akurat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pencatatan manual.

Foto 2. Tim mahasiswa melakukan diskusi dan pengumpulan informasi kebutuhan sistem bersama pihak Pokdakan Sarerea.
Sistem Berbasis Web sebagai Solusi Digital
Sistem yang dirancang memiliki dua hak akses utama, yaitu admin dan karyawan. Admin berperan dalam mengelola harga ikan, stok bibit, akun karyawan, serta laporan penjualan. Sementara itu, karyawan berperan dalam mencatat transaksi penjualan ikan dan mencatat data kematian ikan pada kolam. Pembagian hak akses ini dibuat agar setiap pengguna dapat menjalankan fungsi sesuai tugasnya masing-masing.
Pada fitur input penjualan, karyawan dapat memilih kolam asal ikan, memasukkan jumlah ikan dalam satuan ekor, jumlah kilogram, serta catatan tambahan apabila diperlukan. Sistem kemudian membantu menghitung total transaksi berdasarkan harga yang berlaku. Data yang sudah dimasukkan akan tersimpan di dalam database sehingga lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan.
Sistem juga menyediakan fitur input kematian ikan. Fitur ini penting karena dalam usaha budidaya ikan, jumlah stok tidak hanya berkurang karena penjualan, tetapi juga dapat berkurang akibat faktor lingkungan, kesehatan ikan, atau kondisi air kolam. Dengan adanya pencatatan kematian ikan, data stok dapat diperbarui secara lebih realistis dan tidak hanya mengandalkan perkiraan.
Pada sisi admin, sistem menyediakan laporan penjualan yang dapat membantu proses monitoring usaha. Admin dapat melihat data penjualan berdasarkan periode tertentu, memantau transaksi yang sudah tercatat, dan menggunakan data tersebut sebagai bahan evaluasi. Dengan demikian, laporan tidak lagi harus disusun secara manual dari buku catatan satu per satu.
Metode Pengembangan yang Terstruktur
Dalam pengembangan sistem, tim menggunakan metode Waterfall. Metode ini dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan berurutan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian. Tahap analisis dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan mitra untuk mengetahui masalah yang terjadi serta fitur yang dibutuhkan.
Tahap perancangan dilakukan dengan membuat pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language, seperti use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram. Selain itu, tim juga merancang database agar data pengguna, kolam, harga ikan, stok, transaksi, dan kematian ikan dapat tersimpan secara terhubung. Perancangan ini menjadi dasar sebelum sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.
Setelah sistem selesai dibuat, pengujian dilakukan menggunakan metode black-box testing. Pengujian ini bertujuan memastikan setiap fitur dapat berjalan sesuai kebutuhan pengguna, mulai dari login, dashboard, pengelolaan harga, pengelolaan stok, input transaksi, input kematian ikan, laporan penjualan, hingga logout. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fitur utama sistem dapat berjalan sesuai rancangan.

Foto 3. Proses wawancara dilakukan untuk memahami alur pencatatan penjualan, pengelolaan stok, dan laporan usaha.
Manfaat bagi Pokdakan Sarerea
Penerapan sistem penjualan ikan berbasis web ini diharapkan dapat membantu Pokdakan Sarerea dalam meningkatkan efisiensi administrasi usaha. Pengelola dapat mencatat transaksi dengan lebih cepat, menyimpan data secara lebih aman, dan menyusun laporan dengan lebih mudah. Data yang tersimpan di dalam sistem juga dapat membantu pengelola melakukan pengecekan ulang apabila terjadi perbedaan catatan atau kebutuhan evaluasi penjualan.
Selain itu, sistem ini membantu meningkatkan ketertiban pencatatan stok ikan. Dengan data stok yang lebih teratur, pengelola dapat mengetahui kondisi setiap kolam secara lebih jelas. Hal ini penting karena keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh proses penjualan, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam memantau kondisi kolam dan jumlah ikan yang tersedia.
Bagi mahasiswa, kegiatan Kerja Praktik ini memberikan pengalaman langsung dalam menganalisis kebutuhan mitra, merancang solusi teknologi, membangun sistem, dan menguji aplikasi. Pengalaman tersebut menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang perancangan sistem informasi dan pengembangan aplikasi berbasis web.

Foto 4. Tim mahasiswa melakukan observasi kolam budidaya untuk menyesuaikan rancangan sistem dengan kondisi operasional mitra.
Dukungan terhadap Transformasi Digital Usaha Budidaya
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat diterapkan pada berbagai sektor, termasuk kelompok budidaya ikan. Digitalisasi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh kelompok usaha masyarakat yang memerlukan pencatatan lebih rapi, cepat, dan akurat.
Melalui sistem penjualan ikan berbasis web ini, Pokdakan Sarerea memiliki peluang untuk mengembangkan proses administrasi yang lebih modern. Sistem dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan fitur lanjutan, seperti backup database otomatis, laporan laba bersih, notifikasi laporan harian, hingga integrasi sensor berbasis Internet of Things untuk memantau kualitas air kolam bioflok.
Universitas Pamulang melalui kegiatan Kerja Praktik terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan mitra diharapkan dapat menjadi contoh penerapan ilmu teknologi informasi dalam membantu penyelesaian masalah nyata di lingkungan usaha masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, sistem yang dirancang diharapkan dapat mendukung Pokdakan Sarerea dalam mempercepat proses administrasi penjualan, meningkatkan akurasi data stok, dan membantu pengelolaan usaha budidaya ikan nila secara lebih profesional. Kehadiran sistem berbasis web juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital pada sektor perikanan lokal.
Keterangan Tambahan
Naskah ini dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan observasi, wawancara, dan kunjungan lapangan yang dilakukan tim mahasiswa bersama pihak Pokdakan Sarerea. Foto-foto tersebut dapat digunakan sebagai pendukung publikasi kegiatan di media online.