
TANGERANG, MEI 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang (UNPAM), sukses merancang dan membangun sebuah inovasi digital berupa sistem informasi pelaporan banjir berbasis website. Proyek ini ditujukan khusus untuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Cidurian Cisadane di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten.
Sistem yang diberi nama “SIGAP BANJIR” ini dikembangkan oleh Taufik Ilham Kuswandi dan Fadhlan Muhamad Hutasoit sebagai bagian dari laporan kerja praktek mereka. Latar belakang pengembangan sistem ini adalah untuk mengatasi kendala pelaporan banjir di wilayah Provinsi Banten yang selama ini masih bersifat manual dan belum terintegrasi.
Inovasi untuk Penanganan Banjir yang Lebih Cepat Hingga saat ini, proses pelaporan banjir di UPTD Cidurian Cisadane seringkali mengalami keterlambatan informasi dan kurangnya akurasi data karena mengandalkan komunikasi lisan atau pesan singkat yang tidak sistematis. Akibatnya, pemantauan kondisi banjir secara real-time menjadi sulit dilakukan.
Sistem informasi berbasis website ini hadir sebagai solusi dengan fitur-fitur unggulan:
- Lapor Banjir: Memungkinkan masyarakat dan petugas mengunggah bukti foto/video, menentukan lokasi via koordinat otomatis, serta mendeskripsikan ketinggian air secara langsung.
- Pantau Banjir: Menyediakan visualisasi titik-titik banjir melalui peta interaktif yang memudahkan instansi dalam memonitor kondisi lapangan.
- Notifikasi & Kontak Darurat: Memberikan pembaruan status laporan kepada warga dan akses cepat ke nomor layanan darurat seperti BPBD, Kepolisian, dan Pemadam Kebakaran.
Meningkatkan Efisiensi Monitoring “Sistem ini dirancang menggunakan metode Waterfall untuk memastikan alur kerja yang terstruktur, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi,” ungkap tim pengembang dalam laporannya. Penggunaan database terpusat juga menjamin integritas data dan meminimalisir risiko kehilangan dokumen kejadian banjir yang penting bagi evaluasi pemerintah daerah.
Dengan adanya sistem SIGAP BANJIR, diharapkan UPTD Cidurian Cisadane dapat meningkatkan kecepatan respon, akurasi data, dan efisiensi dalam pengelolaan informasi banjir di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Ke depannya, sistem ini disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut ke platform mobile dan diintegrasikan dengan sensor tinggi air otomatis serta data BMKG.