Tim PKM Universitas Pamulang Gelar Edukasi Pajak untuk Pelajar di SMK Annajiyah

Pamulang, 24 Oktober 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang berhasil melaksanakan program edukasi pajak bertema Edukasi Pajak untuk Pelajar: Membangun Kesadaran Pajak Sejak Dini” di SMK Annajiyah, Pamulang. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang yang berkolaborasi langsung dengan pihak sekolah dalam upaya menanamkan pemahaman dasar mengenai fungsi dan pentingnya pajak bagi pembangunan negara.

Program ini diselenggarakan dengan tujuan membangun kesadaran pajak sejak usia sekolah, khususnya bagi siswa SMK yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk partisipasi aktif warga negara dalam mendukung pembangunan bangsa.

Ketua tim PKM menyampaikan bahwa edukasi pajak perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar mengenai peran pajak dalam kehidupan bernegara. “Pajak bukanlah beban, melainkan investasi untuk kemajuan bangsa. Kami ingin siswa SMK Annajiyah memahami bahwa mereka memiliki peran penting sebagai warga negara yang kelak akan berkontribusi melalui pajak,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Annajiyah, Ibu Fitriyah, menyambut baik pelaksanaan program ini dan mengapresiasi keterlibatan Universitas Pamulang dalam memberikan edukasi kepada para siswa. Menurutnya, mayoritas siswa SMK Annajiyah berasal dari kalangan menengah ke bawah sehingga perlu diberikan pemahaman bahwa pajak adalah kewajiban yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi siswa untuk menjadi warga negara yang taat pajak di masa depan,” ungkapnya.

Dalam sesi penyampaian materi, Pak Jarno, dosen Universitas Pamulang, menjelaskan konsep dasar perpajakan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ia memberikan contoh penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam transaksi sederhana, seperti pembelian makanan di kantin sekolah. “Pajak yang kita bayarkan membantu membangun fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan infrastruktur lainnya. Tanpa pajak, negara tidak dapat berfungsi dengan baik,” jelasnya sambil menampilkan materi melalui slide presentasi.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara tim PKM dan pihak sekolah. Ketua PKM menanyakan pandangan sekolah terkait tantangan dalam mengintegrasikan materi pajak ke dalam kegiatan siswa. Menanggapi hal tersebut, Ibu Fitriyah menyampaikan bahwa tantangan utama adalah membuat materi pajak terasa menarik dan mudah dipahami oleh siswa. “Kami berencana mengadakan simulasi sederhana, seperti ‘pajak kantin’ untuk proyek sekolah, agar siswa bisa belajar secara langsung dan lebih terlibat,” jelasnya.

Pak Jarno menanggapi ide tersebut secara positif dan menyatakan kesiapan tim akademisi untuk mendukung sekolah melalui penyediaan modul edukasi pajak yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa SMK. Ia juga menekankan pentingnya mengaitkan materi pajak dengan profesi masa depan siswa, seperti wirausaha atau karyawan, agar pemahaman mereka menjadi lebih relevan.

Sebagai tindak lanjut, Ketua PKM menyampaikan bahwa tim akan melakukan survei kepuasan kepada siswa dan guru setelah program selesai. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pengembangan program serupa di sekolah-sekolah lain di wilayah Pamulang. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang sadar pajak dan bertanggung jawab sebagai warga negara,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *