Tangerang, 24 Oktober 2025 — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa perguruan tinggi di SMK Annajiyah menjadi upaya konkret dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa di bidang akuntansi dan keuangan. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, dengan sasaran utama siswa-siswi SMK Annajiyah. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa diperkenalkan pada proses pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan sederhana, serta pemahaman dasar laporan keuangan yang selama ini kerap dianggap sulit.
Ketua kelompok PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Tidak hanya memahami konsep secara teoritis, siswa juga diajak mencoba langsung bagaimana proses akuntansi diterapkan dalam situasi nyata. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis praktik ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran maupun dunia kerja di masa depan.
Kepala SMK Annajiyah, Fitriyah, mengapresiasi pelaksanaan PKM tersebut karena dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Ia menuturkan bahwa kehadiran dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi memberikan perspektif baru bagi siswa, sehingga materi akuntansi yang sebelumnya dianggap rumit menjadi lebih mudah dipahami. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mengikuti setiap sesi kegiatan.
Sementara itu, salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM, Jarno, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penambahan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan. Ia menekankan bahwa akuntansi bukan sekadar soal angka, melainkan keterampilan hidup yang melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis data.
Lebih lanjut, kegiatan PKM ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa mengenai penerapan ilmu akuntansi dalam dunia kerja. Dengan pemahaman sejak dini, siswa diharapkan dapat membangun pola pikir yang lebih matang dalam merencanakan masa depan, baik sebagai tenaga kerja profesional, wirausahawan, maupun pengelola keuangan usaha mandiri.
Ke depan, tim PKM berencana menyusun modul pelatihan yang lebih terstruktur, termasuk simulasi pencatatan transaksi harian, pengelolaan kas kecil, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Selain itu, siswa juga akan diperkenalkan dengan penggunaan perangkat lunak akuntansi agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia industri yang semakin berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Program PKM tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
